Selasa, 24 Maret 2015

Timing yang tepat

Ternyata untuk menjadi sukses dibutuhkan timing yang tepat. Seandainya tanpa momen itu saya tidak bisa menjadi seperti sekarang ini. Doa dan usaha tidaklah cukup. Terima kasih tuhan atas semua karunia yang engkau berikan padaku.

Saat ini saya sedang melaksanakan pendidikan penerbang di Loka pendidikan dan pelatihan penerbang banyuwangi (LP3B). Cita-cita yang mungkin sebagian besar anak kecil idam-idamkan yaitu menjadi "Pilot" akhirnya hampir menjadi kenyataan. Bangga tentu, tapi bukan berarti sombong. Yang bisa saya buktikan disini adalah menjadi pilot itu tidak harus orang pintar dan kaya. Jujur saya gak pintar karena jaman SMA tidak pernah rangking 10 besar. Di bilang kaya juga tidak.

Saya bisa meraih ini semua karena semua aspek ada dan terpenuhi. Niat, usaha, dan doa dan tidak lupa juga timing yang pas. Tanpa timing maka tanpa peluang. Jadi kondisinya itu right time right place. Pas banget. Momen itu ada ketika informasi penerimaan penerbang "aparatur" di bulan 2014 adalah awalnya. Motivasinya justru ada 2, pindah ke banyuwangi dan jadi penerbang. Usahanya ada juga, belajar dan belajar. Doa tentu juga sama pencipta kita dan orang tua kita.

Bayangkan jika unsur timing tidak ada, pasti  kan tidak mungkin cita-cita itu bisa kita raih. Jadi timing yang tepat adalah kunci kapan melaksanakan eksekusinya

Kamis, 04 September 2014

Kisah Kasuh Florence


Kasus Florence yang menghina warga Jogjakarta sedang booming di media dalam  beberapa hari terakhir ini. Sebenarnya kasus ini ringan tapi beritanya melebihi kasus korupsi. Kesalahan paling fatal adalah ketika Florence membuat pernyataan (makian) di twitter. Seandainya dia tidak melampiaskan di twitter mungkin akibatnya tidak akan serumit ini. Emosi negatif memang selalu ada pada diri manusia, jadi emosi itu wajar. Sebenarnya silahkan mencaci tapi cukup di depan orangnya saja tapi jangan disiarkan ke seluruh dunia. Emosi itu boleh tapi haruslah bijak dalam menyalurkan emosinya, jangan salah pilih media pelampiasannya. 

Permasalahan yang sampai dibawa ke urusan hukum juga saya nilai juga sudah terlalu berlebihan. Menurut saya permintaan maaf itu adalah pernyataan pengakuan bahwa florence. Tapi hukumannya menurut saya lebih berat daripada perbuatannya. Cukup hukum dia secara sosial saja, jangan dengan hukum pidana. Karena ranah hujatannya juga arahnya ke sosial. Hujatan di media sosial yang diterima menurut saya sudah sangat cukup untuk membuat yang bersangkutan menyesal dan tidak akan mengulangi lagi.

Saya sangat kagum atas kebesaran hati seorang raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mengungkapkan
"Dia (Florence) tadi menyampaikan permintaan maaf kepada saya. Kewajiban saya adalah untuk memberikan maaf" Ujar Sultan Hamengkubuwono X
"Saya berharap semua warga Yogya juga memaafkan" tambah Sultan
Sultan meminta agar masyarakat Yogya memberikan kesempatan kepada Florence untuk bisa tinggal di Yogyakarta sehingga dia bisa belajar, tidak hanya pendidikan, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai kehidupan dimasyarakat.

Rasa kebesaran hati seperti inilah yang seharusnya jadi teladan. Raja saja memaafkan dengan tulus rakyatnya juga harus memaafkan. Dengan kita memenjarakan Florence kita dapat apa sih? Tidak dapat apa-apa. Berarti ormas yang memperkarakan Florence sifatnya sama saja dengan florence yang tidak dapat melampiaskan emosi dengan bijak

Memang seandainya daerah saya yang dihina saya akan marah jika daerah saya di jelek-jelekkan orang dari daerah lain. Yang didapat dari kisah Florence ini adalah suatu pelajaran berharga untuk kita semua. Bijaklah dalam menggunakan media sosial, dan bijaklah dalam mengendalikan emosi. Saya rasa tidak perlu memperpanjang masalah ini, karena menurut saya yang memperkarakan masalah Florence hanya segelintir orang bukan semua warga Jogja. Bukankah Kita adalah bangsa yang berbudaya ketimuran. Kedepankanlah adat sopan santun dalam berucap dan berperilaku.

Sumber:
http://regional.kompas.com/read/2014/09/04/15234261/Sultan.Berharap.Flo.Tetap.di.Yogya.dan.Selesaikan.Kuliahnya?utm_campaign=related_left&utm_medium=bp&utm_source=news

Prestasi Pemberantasan KKN: Antara Bangga dan Malu


Mendengar berita tentang Menteri ESDM Jero Wacik yang dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) karena tersangkut dugaan pemerasan, rasanya campur aduk. Ada rasa bangga dan "agak" malu. Bisa jadi ini adalah "Prestasi" atau bisa jadi ini adalah "Aib" tergantung dari sudut pandang kita melihatnya. 


Berita ini bisa menjadi prestasi karena dalam waktu pemerintahan pak SBY sekarang banyak pejabat pemerintah yang ditangkap mulai dari 3 menteri (ESDM, Agama, dan Pemuda dan Olahraga), MK, BP Migas dan pejabat-pejabat lain. Ini menandakan bahwa pemerintah SBY memang berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Sekarang coba anda bayangkan pada pemerintahan sebelumnya yang hampir tidak terdengar pejabat tertangkap karena tindak pindana KKN.


Dari data di atas ada 2 kemungkinan mengapa tindak pidana KKN baru pada saat 10 tahun terakhir ini diketahui oleh publik:

  1. Mungkin jaman dahulu ada pembiaran korupsi yang menjadi sehingga pejabat dulu aman-aman saja, sedangkan sekarang terjadi penegakan korupsi, sehingga baru sekarang-sekarang saja ada pengungkapan tindak KKN di pemerintahan
  2. Atau mungkin jaman sekarang memang lebih edan daripada jaman dulu sehingga perilaku pejabat juga semakin edan

Saya sendiri tidak tahu mana yang benar kemungkinan ke-1 ataukah kemungkinan ke-2.  Namun kedua kemungkinan di atas tetap saja tidak menutup rasa malu terhadap diri bangsa kita di mata dunia bahwa memang KKN itu ada bahkan banyak terjadi di Indonesia. Indonesia ada dalam peringkat ke 64 dari negara terkorup dari ...... negara. Rasanya negeri ini seperti ditelanjangi sendiri di kerumunan negara dunia. Ya memang itulah malu tapi ini juga fakta, dan tidak bisa kita pungkiri. Tetapi jika Aib ini tidak dibuka  maka Indonesia sebagai negara maju hanya impian saja.

Harapan
Tanpa korupsi pasti membawa kesejahteraan pada warga negara Indonesia. Uang yang tadinya dikorupsi bisa dijadikan hal-hal yang memajukan rakyat Indonesia. Karena Indonesia yang maju bukan hanya milik segelintir orang saja melainkan semua. Dengan terpilihnya presiden baru harapannya adalah tetaplah tegakkan pemberantasan KKN di negeri ini tanpa pandang bulu. Jangan takut tidak masalah buka saja semua aibnya meskipun malu, Ini semua demi kemajuan bangsa Indonesia tercinta ini

Wassalam

Sumber:
http://acch.kpk.go.id/statistik
http://www.harianterbit.com/read/2014/06/10/3490/44/25/Indonesia-Peringkat-64-Negara-Doyan-Korupsi-


Rabu, 03 September 2014

LANGKAH AWAL

Kata pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Jadi menurut saya tidak ada kata terlambat untuk menulis. Tepat sejak 2 Sepetember lalu genap berumur 1/4 abad. 25 bukanlah umur yang muda untuk memulai menulis. Mudah-mudahan tidak terlambat ya bro. selama ini banyak ide, pendapat namun tidak ada tempat untu menyalurkan itu semua. Manusia kan tempatnya lupa, jadi yang paling saya takutkan adalah lupa menulis ide, pemikiran, pendapat yang hebat sehingga itu semua malah hilang begitu saja dimakan oleh yang namanya LUPA 

Blog ini sebagai sarana buat saya untuk mengomentari kejadian-kejadian yang saya alami, saya lihat dan saya dengar sehari-hari. Dan saya jamin murni dari pemikiran saya. Jadi mohon maaf apabila ada tulisan-tulisan yang tidak berkenan di hati pembaca blog ini. Karena berbeda pendapat/beropini adalah hal yang wajar, yang tidak wajar adalah bermusuhan hanya karena berbeda opini. Jika setuju ataupun tidak setuju silahkan berikan komentar. Ingat lagi ya bahwa berbeda pendapat itu diperbolehkan tapi jangan sampai bermusuhan ya, ingat selalu itu "Bhineka Tunggal Ika" 

Semoga bermanfaat